UIN Sunan Kalijaga Gelar Seminar dan Diskusi Series Benchmarking Akreditasi Internasional ACQUIN

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan seminar dan diskusi series dalam rangka benchmarking akreditasi internasional ACQUIN. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 12 Agustus 2025 di ruang rapat Gedung Prof. KH. Saifuddin Zuhriini dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, para Dekan, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta narasumber dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah berpengalaman dalam proses akreditasi internasional.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. menegaskan bahwa pencapaian akreditasi internasional merupakan langkah strategis untuk memperkuat mutu dan reputasi institusi. Saat ini, UIN Sunan Kalijaga telah memiliki 32 program studi terakreditasi internasional melalui lembaga FIBAA, AUNQA, dan ASIIN. Dengan target baru menuju ACQUIN, universitas berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperkuat posisi dalam pemeringkatan nasional maupun internasional.

Diskusi inti menghadirkan Prof. Dr. Khamami Zada, MA, Ketua LPM UIN Syarif Hidayatullah serta Jejen JaenudinS.Ag., M.Ed. Led.,Ph.D., Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM UIN Syarif Hidayatullah yang menekankan bahwa proses akreditasi ACQUIN relatif lebih efisien dan manusiawi dibandingkan lembaga akreditasi lainnya. ACQUIN juga menyediakan fasilitas penerjemah otomatis sehingga kendala bahasa dapat diminimalisasi. LPM UIN Sunan Kalijaga memaparkan peran pentingnya dalam sosialisasi, penetapan program studi, penyusunan dokumen Self Evaluation Report (SER), serta persiapan asesmen lapangan.

Tahapan akreditasi yang dibahas meliputi penandatanganan kontrak, penyusunan borang, hingga visitasi. Setiap klaster program studi akan disiapkan dalam satu SER dengan panjang 150–200 halaman. Aspek sarana prasarana seperti aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, laboratorium riset, serta kesiapan ruang asesor menjadi perhatian utama. Selain itu, pemanfaatan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan untuk penerjemahan dokumen, diusulkan sebagai strategi efisiensi dan efektivitas.

Ketua LPM UIN Sunan Kalijaga, Prof. Ir. Dwi Agustina Kurniawati, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng.menutup kegiatan dengan menyampaikan harapan agar UIN Sunan Kalijaga dapat mengikuti jejak UIN Jakarta yang sukses meraih akreditasi ACQUIN. Dengan komitmen bersama, universitas optimis mampu meraih status unggul baik di tingkat nasional maupun internasional. Benchmarking ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat mutu pendidikan, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperluas pengakuan global terhadap UIN Sunan Kalijaga.