Bentuk Dosen Profesional dan Berdampak, LPM UIN Sunan Kalijaga Gelar PKDP 2026

YOGYAKARTA, LPM — Di tengah percepatan disrupsi dunia pendidikan tinggi, dosen kini dituntut tidak hanya sekadar hadir melakukan transfer pengetahuan di ruang kelas. Lebih dari itu, seorang pendidik dituntut memiliki mutu mengajar yang tinggi, relevansi riset yang kuat, ketekunan menulis, sekaligus kemampuan menghadirkan ilmu yang berdampak nyata bagi kemaslahatan masyarakat.

Semangat luhur tersebut mengemuka dalam pembukaan kegiatan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Hotel Sahid Yogyakarta ini resmi dibuka pada Senin (8/6/2026) dan diikuti oleh peserta yang berasal dari internal UIN Sunan Kalijaga serta berbagai perguruan tinggi.

Gerbang Awal Ekosistem Akademik Profesional

Ketua LPM UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Dwi Agustina Kurniawati, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa PKDP merupakan fase krusial bagi dosen pemula untuk memasuki ekosistem akademik secara profesional. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pemenuhan aspek administratif formal, melainkan pintu awal dalam memahami peran, tanggung jawab, dan standar kompetensi profesi.

“PKDP ini adalah bagian penting dalam proses menuju sertifikasi dosen, yang menjadi legitimasi bahwa Bapak/Ibu sekalian telah memenuhi kualifikasi sebagai pendidik profesional di perguruan tinggi,” jelas Prof. Dwi Agustina.

Lebih lanjut, Ketua LPM memaparkan alur pelaksanaan kegiatan yang akan berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Rangkaian acara dimulai dengan sesi tatap muka (luring) selama tiga hari di Hotel Sahid, dilanjutkan dengan in-service course berupa pendalaman materi bersama narasumber ahli selama satu pekan, dan diakhiri dengan sesi on the job course (OJC) yang berfokus pada penugasan akademik, termasuk penguatan kapasitas riset dan publikasi ilmiah.

“Harapan kami, setelah mengikuti PKDP ini, para peserta dapat menguasai empat kompetensi utama dosen profesional, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial,” tambahnya.

Integrasi Tridharma dan Kampus Berdampak

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Istiningsih, M.Pd., menekankan pentingnya produktivitas karya ilmiah bagi seorang dosen. Menurutnya, kekayaan utama seorang ilmuwan adalah karya yang dilahirkan dari proses pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Tantangan dosen hari ini adalah kemampuan mengintegrasikan Tridharma Perguruan Tinggi. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus saling terhubung,” tegas Prof. Istiningsih.

Beliau juga mengingatkan bahwa dalam konteks "kampus berdampak", perguruan tinggi harus mampu menghadirkan ilmu yang berkontribusi nyata pada persoalan di masyarakat. Di era digital ini, dosen juga diwajibkan untuk terus memperbarui keterampilan teknologi informasi agar tetap adaptif dan relevan dengan generasi mahasiswa saat ini.

Dosen sebagai Jalan Pengabdian Kebangsaan

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si., yang membuka kegiatan secara resmi, mengajak para peserta untuk menilik profesi dosen dari kacamata sejarah dan kebangsaan. Ia merefleksikan bagaimana sejarah Indonesia mencatat peran sentral kaum pendidik dalam menyalakan api nasionalisme dan melahirkan tokoh-tokoh bangsa melalui pendidikan kritis.

Prof. Rozaki mencontohkan bagaimana bangsa seperti Jepang mampu bangkit dari keterpurukan perang melalui rekayasa kebudayaan yang menempatkan pendidik sebagai ujung tombak utamanya. Oleh karena itu, ia meminta agar para dosen pemula mengikuti PKDP dengan kesungguhan hati untuk memperbarui niat.

“Masa depan dan usia panjang bangsa Indonesia ini sangat tergantung pada kualitas pendidikan yang Anda berikan. Ikutilah PKDP ini dengan semangat untuk menjadi dosen yang profesional, inspiratif, menginspirasi, dan bertanggung jawab,” pesan Prof. Rozaki menutup sambutannya.

Melalui penyelenggaraan PKDP 2026 ini, LPM UIN Sunan Kalijaga berkomitmen tidak hanya memperkuat kapasitas teknis dosen pemula dalam ranah akademik, melainkan juga membentuk kesadaran moral bahwa profesionalitas dosen adalah pilar utama dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang bermutu tinggi dan bermanfaat luas bagi masyarakat.