LPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Terima Kunjungan Benchmarking dari Empat Perguruan Tinggi

Yogyakarta, 6 Agustus 2024 - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menerima kunjungan benchmarking dari empat perguruan tinggi ternama, yakni Universitas Triatma Mulya Denpasar, UIN Ar-Rainry Aceh, Politeknik Negeri Jakarta, dan Institut Agama Islam (IAI) Jambi. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi praktik terbaik dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Saifuddin Zuhri, UIN Sunan Kalijaga ini dibuka dengan sambutan dari masing-masing lembaga. Dalam sambutannya, perwakilan Universitas Triatma Mulya Denpasar, Ibu Dewi Irwanti, mengungkapkan bahwa institusinya terinspirasi oleh profil UIN Sunan Kalijaga yang luar biasa, dan berharap mendapatkan pencerahan mengenai langkah-langkah yang perlu diambil untuk meningkatkan mutu pendidikan di universitas mereka.

UIN Ar-Rainry Aceh, yang diwakili oleh Bapak Hardi Ibrohim, menyampaikan harapan untuk memperoleh bimbingan dalam persiapan akreditasi internasional. Setelah mendengar bahwa FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation) sudah tidak diakui lagi oleh Kementerian Ristekdikti, mereka berencana beralih ke ACQUIN (Accreditation, Certification, and Quality Assurance Institute) sebagai lembaga akreditasi internasional yang diakui.

Perwakilan dari Politeknik Negeri Jakarta, Ibu Purwanti, menekankan pentingnya mempertahankan status akreditasi unggul yang telah dicapai oleh perguruan tingginya. Ia juga menjelaskan bahwa mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam proyek akhir yang merupakan bagian dari tugas akhir mereka, sebagai ciri khas dari institusinya.

Selain itu, perwakilan dari IAI Jambi, Bapak Ami Rohim, menyampaikan tujuan kunjungan mereka untuk berdiskusi dan melihat secara langsung kemajuan yang telah dicapai oleh UIN Sunan Kalijaga. Ia mengharapkan banyak hal yang dapat dipelajari dari benchmarking ini untuk diterapkan di institusinya.

Dalam sesi diskusi, berbagai topik dibahas, termasuk implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 53 Tahun 2023 yang baru saja diberlakukan, serta tantangan dalam mempertahankan akreditasi unggul. UIN Sunan Kalijaga juga berbagi pengalaman mereka dalam proses audit dan akreditasi, termasuk persiapan menghadapi perubahan regulasi terkait otomasi di lingkungan perguruan tinggi.

Acara ini diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dan sesi foto bersama, yang menjadi simbol komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.